Lhokseumawe — Tamora Nusantara Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran sosial dan pelayanan digital berbasis komunitas. Melalui dua unsur pentingnya, yakni unit khusus IT Tamora Cybertech dan Relawan Social Rescue Community (SRC), organisasi ini mengerahkan tim bantuan ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah sebagai respons terhadap kebutuhan layanan sosial dan penguatan teknologi di daerah tersebut.
Unit IT Tamora Cybertech yang saat ini sebenarnya masih beraktifitas di Kota Medan dipanggil “pulang kampung” untuk ditugaskan melakukan pemeriksaan, peningkatan, dan optimalisasi sistem teknologi informasi demi membantu semua relawan, intansi pemerintah dan masyarakat agar mendapatkan data akurat terkait kondisi terkini korban terdampak. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi jalur akses, titik kumpul masyarakat yang masih belum atau minim bantuan dan segera diinformasikan secara realtime.
Dewan Pembina Yayasan Tamora Nusantara Aceh Dr. Heri Maulana, SIP, M.S.M, secara khusus meminta unit Tamora Cybertech untuk segera mengembangkan aplikasi realtime agar informasi dapat dengan cepat, efisien dan akurat sampai ke publik, khususnya kepada para relawan dan instansi pemerintah agar dapat membuat kebijakan untuk segera mendistribusikan bantuan logistik di lokasi-lokasi tersebut.
“Cari, tandai, dan upload segera lokasi, kondisi masyarakatnya, jalur aksesnya. Aplikasinya harus realtime. Jadi semua orang yang mau bantu mereka akan dapat informasi yang akurat. Dengan data itu nanti mereka nanti akan segera membuat kebijakan bagaimana agar logistik bisa sampai ke tempat-tempat tersebut. Jadi Masyarakat akan segera mendapatkan bantuan segera”
Kepala Unit Tamora Cybertech yang dikenal dengan id @peace, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memaksimalkan informasi yang akuran agar masyarakat di dataran tinggi Gayo yang masih belum tersentuh bantuan dan dalam kondisi darurat dapat segera dibantu oleh para relawan, donatur dan khususnya Pemerintah.
Relawan SRC Berfokus pada Layanan Sosial dan Pemberdayaan
Bersamaan dengan itu, Yayasan TAMORA Nusantara Aceh juga mengutus Relawan SRC untuk memperkuat kegiatan sosial seperti Pendampingan komunitas dan kegiatan edukasi, Distribusi bantuan sosial untuk lokasi-lokasi terisolir, Pendampingan psikososial untuk masyarakat tertentu yang membutuhkan.
Kehadiran relawan ini diharapkan mampu membantu berbagai kegiatan lapangan sekaligus mempererat hubungan antara Tamora Nusantara Aceh dengan masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Sinergi Dua Unit untuk Dampak Lebih Besar
Pengiriman unit IT dan relawan sosial secara bersamaan merupakan bagian dari strategi “Tarbiah Teknologi dan Sosial”, yang menjadi ciri khas program pengembangan Tamora Nusantara. Pendekatan ini menekankan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, pendidikan, dan solidaritas sosial.
Direktur Tamora Nusantara Aceh, Yudi Helmi, menyatakan bahwa misi ini bukan hanya agenda bantuan, tetapi juga upaya memperluas jaringan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tengah Aceh.
“Kami ingin memastikan bahwa hadirnya Tamora memberikan manfaat yang nyata—baik dari sisi teknologi maupun sisi sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Melalui keberangkatan tim gabungan ini, Tamora Nusantara Aceh berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian.






